bajalinks.com – Permintaan terhadap hewan kurban, terutama sapi, meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha di Indonesia. Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan hewan kurban untuk tahun 2026 cukup aman. Dalam pernyataannya, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyampaikan bahwa potensi ketersediaan hewan kurban mencapai sekitar 3.246.790 ekor, sementara kebutuhan untuk tahun tersebut diperkirakan sebanyak 2.355.470 ekor.
Hal ini berarti akan ada surplus sekitar 891.320 ekor menjelang hari raya. Agung juga menjelaskan rincian ketersediaan hewan kurban, di mana sapi dan kerbau mencatatkan surplus yang cukup signifikan. Untuk sapi, terdapat ketersediaan sebanyak 859.268 ekor dengan kebutuhan sebesar 791.452 ekor, sehingga surplusnya mencapai 67.816 ekor. Sedangkan untuk kerbau, ketersediaan mencapai 33.952 ekor dengan kebutuhan hanya 12.914 ekor, menghasilkan surplus sebesar 21.038 ekor.
Keberadaan surplus hewan ini diharapkan dapat memenuhi permintaan masyarakat yang biasanya meningkat setiap menjelang Idul Adha. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian terus melakukan pengawasan terhadap pasokan dan kualitas hewan kurban untuk memastikan masyarakat mendapatkan hewan yang layak. Secara keseluruhan, pelaksanaan ibadah kurban diharapkan dapat berjalan lancar tanpa adanya kendala dalam ketersediaan hewan.
Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan hari raya ini dengan aman dan nyaman, serta terhindar dari kekurangan hewan kurban pada saat yang penting ini.