bajalinks.com – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan hasil dari diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah pernyataan baru-baru ini. Menurut Teddy, kualitas diplomasi tidak hanya diukur dari frekuensi kunjungan, tetapi lebih pada dampak konkret yang dirasakan oleh masyarakat. Pernyataan ini disampaikan seiring dengan kritik yang datang mengenai banyaknya perjalanan luar negeri yang dilakukan oleh presiden.
Teddy menjelaskan bahwa kritik dan saran dari masyarakat selalu diterima, tetapi capaian yang telah diraih dalam setahun setengah terakhir seharusnya tidak diabaikan. Ia menekankan, “Ruang untuk setiap masukan tentu kita terima, tapi jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai.” Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk transparan dan terbuka terhadap umpan balik dari publik.
Sejumlah capaian diplomasi yang dinyatakan Teddy antara lain adalah bergabungnya Indonesia ke dalam BRICS di tengah berbagai krisis global. Ia menjelaskan bahwa keanggotaan ini memberikan jaminan terhadap situasi negara, termasuk kestabilan pasokan BBM dan harga yang tidak mengalami kenaikan.
Teddy juga merinci manfaat dari perjanjian perdagangan dengan Uni Eropa yang telah lama diperjuangkan, yang akhirnya tercapai pada tahun 2025 under kepemimpinan Presiden Prabowo. Selain itu, ia menyoroti bahwa investasi masuk ke Indonesia mencapai Rp2.430 triliun dalam satu setengah tahun terakhir, yang menunjukkan minat tinggi investor terhadap pasar Indonesia.
Melalui kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan, Presiden Prabowo juga berhasil mengamankan komitmen bisnis sebesar US$33,89 miliar, atau sekitar Rp575 triliun. Hal ini semakin memperkuat posisi ekonomi Indonesia di mata dunia dan menunjukkan dampak positif dari upaya diplomasi yang dilakukan.