bajalinks.com – Perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,47 persen pada kuartal III 2026, melampaui laju pertumbuhan beberapa negara mitra utama seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan Jerman. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 5 November 2026.
Airlangga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi ini didorong oleh solidnya permintaan domestik serta kinerja sektor manufaktur yang cukup baik. Ia menekankan bahwa meskipun terdapat ketidakpastian global, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil. “Pertumbuhan tahun ini tercatat baik, yaitu 5,47 persen secara year on year,” ujarnya.
Berdasarkan komponen pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi pilar utama dengan kenaikan mencapai 5,04 persen year on year, memberikan kontribusi sebesar 51,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Selain itu, konsumsi pemerintah juga mengalami lonjakan signifikan sebesar 8,95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, berkat program-program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Di sektor perdagangan internasional, ekspor Indonesia tumbuh sebesar 4,58 persen year on year, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tercatat 4,07 persen. Sementara itu, impor juga meningkat 7,31 persen, yang sebagian besar ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, barang modal, dan dukungan investasi di sektor manufaktur.
Dengan pertumbuhan positif ini, pemerintah optimis bahwa langkah-langkah yang diambil akan terus mendukung perkembangan ekonomi negara di tengah tantangan global yang ada.