bajalinks.com – Nilai tukar Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ke posisi Rp17.947 pada awal perdagangan, mencerminkan peningkatan sebesar 0,44 persen. Penguatan ini terlihat pada perdagangan yang dimulai pukul 09.05 WIB, di mana nilai tukar Rupiah dibuka pada level Rp17.969, dan terus menguat hingga pukul 09.40 WIB.
Kondisi ini terjadi seiring dengan antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal II tahun 2026. Pada saat yang sama, pergerakan positif juga terlihat pada mayoritas mata uang di kawasan Asia, di mana dolar Taiwan mengalami penguatan tertinggi sebesar 0,41 persen, diikuti oleh peso Filipina dengan kenaikan 0,36 persen, serta won Korea Selatan yang terangkat 0,30 persen. Sementara itu, mata uang lain di kawasan seperti ringgit Malaysia, baht Thailand, dan dolar Singapura juga mencatatkan kenaikan, meskipun dalam persentase yang lebih kecil.
Di sisi lain, rupee India dan dolar Hong Kong terpantau mengalami sedikit pelemahan terhadap dolar AS, masing-masing sebesar 0,05 persen dan 0,01 persen. Penguatan mata uang di kawasan ini disebut-sebut dipicu oleh pelemahan dolar AS, setelah data lowongan kerja yang diumumkan tidak sesuai dengan ekspektasi pasar.
Lebih jauh, sentimen risiko global turut membaik setelah laporan mengenai kemajuan dalam kesepakatan antara AS dan Iran, yang meningkatkan harapan terkait pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Keberlanjutan penguatan Rupiah dan mata uang lain di kawasan Asia ini diharapkan dapat menjadi indikator positif bagi perekonomian regional di tengah ketidakpastian global.