bajalinks.com – Stok beras di Indonesia mencapai angka 5,25 juta ton per 9 Agustus 2026, menurut laporan dari Perum Bulog. Angka ini menunjukkan adanya pergerakan stok yang tidak hanya menumpuk di gudang, melainkan juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di seluruh tanah air.
Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, menjelaskan bahwa stok beras tersebut tersebar di berbagai gudang Bulog di seluruh Indonesia. Stok 5,25 juta ton ini merupakan hasil akumulasi dari stok awal tahun dan penyerapan gabah dari petani yang dilakukan sepanjang tahun 2026. Penyerapan tersebut dilakukan dengan memperhitungkan penyaluran dan pergerakan stok yang terjadi.
Prihasto menambahkan bahwa pada 31 Desember 2025, Bulog memiliki stok beras sekitar 3,36 juta ton. Selanjutnya, dari 1 Januari hingga 9 Agustus 2026, Bulog melakukan penyerapan gabah lokal yang setara dengan 3,67 juta ton beras, termasuk beras komersial yang ada di pasar.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 7 juta ton stok beras yang dikelola oleh Bulog sebelum penyaluran dan pergerakan stok dilakukan. Hal ini menunjukkan kapasitas Bulog dalam menyuplai kebutuhan pangan nasional serta menjaga stabilitas harga beras di pasar.
Dengan adanya stok yang mencukupi dan pergerakan yang dinamis, diharapkan Bulog dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan berkontribusi signifikan dalam ketahanan pangan nasional. Pihak Bulog tetap berkomitmen untuk memastikan ketersediaan beras demi kesejahteraan masyarakat di Indonesia.