bajalinks.com – Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan pentingnya transformasi transmigrasi di Indonesia sebagai langkah strategis untuk membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui industrialisasi di luar Pulau Jawa. Dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta pada 13 Oktober 2026, Iftitah menjelaskan bahwa pengembangan pusat produksi dan kegiatan ekonomi yang lebih merata di berbagai wilayah sangat diperlukan untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Iftitah menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal. “Babak berikutnya dari transmigrasi harus membantu mendorong industrialisasi di luar Jawa,” ujarnya. Ini merupakan salah satu kunci untuk memastikan masyarakat di seluruh kepulauan Indonesia dapat turut serta dalam proses pertumbuhan ekonomi negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Iftitah dalam kuliah umum yang bertajuk “Industrialisation Beyond Java: Transmigration and Indonesia’s New Growth Centres” di Institute of South-South Cooperation and Development (ISSCAD), Peking University, Beijing. Dalam kuliah umum tersebut, ia menekankan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi perlu lebih dari sekadar penyediaan permukiman dan lahan. Kawasan tersebut juga harus terintegrasi dengan kegiatan industri, investasi, serta infrastruktur yang memadai.
“Suatu daerah harus mampu menghasilkan nilai tambah, bukan hanya sekadar memasok bahan mentah,” tegas Iftitah. Dengan pendekatan ini, diharapkan ekonomi di daerah-daerah tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan, sehingga membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat lokal untuk berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional.