bajalinks.com – Taksi listrik “hijau” atau Green SM sedang menjadi sorotan setelah terlibat insiden kecelakaan di perlintasan kereta di Bekasi Timur. Kejadian tersebut melibatkan taksi listrik yang diduga mogok, sehingga tertemper oleh Kereta Rel Listrik (KRL) rute Cikarang-Jakarta pada Senin malam, 27 April.
Menanggapi hal ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah menginstruksikan Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk segera berkoordinasi dengan pengelola taksi listrik Green SM. Insiden ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, tetapi juga dapat berakibat pada status operasional taksi tersebut.
Polisi telah mengamankan sopir taksi Green SM yang terlibat kecelakaan untuk diperiksa lebih lanjut di Polres Metro Bekasi Kota. Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, menjelaskan bahwa mereka sedang mendalami penyebab mogoknya kendaraan di perlintasan kereta.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan memberikan peringatan bahwa izin operasional taksi Green SM berpotensi dibekukan jika terbukti adanya pelanggaran. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, telah memanggil manajemen perusahaan untuk klarifikasi dan mendapatkan penjelasan resmi terkait kecelakaan ini.
Kecelakaan ini menimbulkan keprihatinan mengenai keselamatan operasional taksi listrik di Indonesia, khususnya setelah munculnya beberapa insiden yang melibatkan moda transportasi ini. Pihak berwenang berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh demi menjaga keselamatan penumpang dan masyarakat pengguna jalan secara umum.