bajalinks.com – Fenomena harga tiket pesawat yang melambung tinggi saat mudik Lebaran 2026 kembali menjadi sorotan. Meskipun pemerintah telah menerapkan diskon tiket pesawat domestik sebesar 17 hingga 18 persen untuk periode 14 hingga 29 Maret 2026, keluhan mengenai harga tiket yang masih mahal tetap terdengar. Salah satu rute yang paling mencolok adalah Timika-Padang, dengan harga tiket mencapai Rp16 juta.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan bahwa kenaikan harga tiket pesawat sering kali disebabkan oleh kurangnya penerbangan langsung. Direktur Angkutan Udara Kemenhub, Agustinus Budi Hartono, menjelaskan bahwa banyak tiket yang terlihat mahal di platform pemesanan daring sebenarnya merupakan alternatif rute dengan beberapa kali transit. Ketika penerbangan langsung tidak tersedia, sistem akan memperlihatkan opsi rute lebih panjang, yang tentu saja menambah biaya.
Agustinus juga mencontohkan tiket dari kawasan timur Indonesia ke Sumatera yang mencapai belasan juta rupiah. Setelah penyelidikan, diketahui bahwa tiket tersebut adalah untuk penerbangan transit, bukan langsung. Ia menekankan bahwa berdasarkan rute normal, harga tiket seharusnya tidak lebih dari Rp8 juta hingga Rp9 juta.
Situasi ini menciptakan persepsi bahwa harga tiket seolah melonjak tidak wajar. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan lebih memahami mekanisme penentuan harga tiket, terutama terkait dengan rute penerbangan yang dipilih. Kemenhub berkomitmen untuk terus memantau dan memberikan penjelasan agar masyarakat tidak merasa dirugikan dalam proses mudik Lebaran ini.