bajalinks.com – Investor asing tampak enggan untuk berinvestasi dalam proyek pembangunan jalan tol di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum, yang mencatat bahwa proyeksi trafik seringkali tidak sesuai dengan target awal. Kepala BPJT, Wilan Oktavian, menjelaskan bahwa ketidakpastian dalam lalu lintas kendaraan berpengaruh signifikan terhadap potensi pendapatan dan periode pengembalian investasi.
Dalam bisnis jalan tol, trafik menjadi faktor krusial yang menentukan pendapatan tarif. Jika volume kendaraan lebih rendah dari perkiraan, proyek akan mengalami tekanan arus kas yang dapat memperpanjang periode pengembalian. Investor asing cenderung bersikap lebih hati-hati dan tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan, tetapi juga mengevaluasi akurasi studi kelayakan yang menjadi landasan keputusan investasi.
Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas persiapan proyek, khususnya dalam studi trafik dan kelayakan investasi. BPJT bersama Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum mendorong keterlibatan konsultan independen yang memiliki kredibilitas tinggi dalam penyusunan studi.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan proyeksi yang lebih akurat dan transparan, meningkatkan kepercayaan investor, termasuk dari luar negeri. Dengan studi yang terpercaya, investor diharapkan memiliki gambaran lebih jelas mengenai risiko dan potensi pengembalian investasi.
Pemerintah juga tengah mengevaluasi skema pembagian risiko dalam proyek jalan tol, dengan harapan dukungan dalam menanggung sebagian risiko dapat menarik minat investor. Di tengah ketidakpastian global, perbaikan aspek fundamental proyek dianggap penting agar investasi di sektor jalan tol kembali kompetitif dan menarik perhatian investor asing.