bajalinks.com – Pengembangan sistem Single Point Mooring (SPM) pada industri minyak dan gas bumi (migas) lepas pantai di Indonesia menjadi fokus utama untuk mencegah tumpahan minyak dan menjamin keselamatan. Sistem ini berfungsi vital sebagai titik penghubung antara fasilitas lepas pantai dan kapal tanker untuk proses pemuatan dan pembongkaran.
Hafizh Muhammad Naufal Shidqi, perwakilan dari Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), menjelaskan bahwa industri migas memiliki risiko tinggi, di mana aspek keselamatan menjadi prioritas utama. Dikatakannya, tumpahan minyak memiliki potensi dampak buruk yang luas bagi lingkungan, sehingga diperlukan penguatan sistem SPM guna meningkatkan kepastian keselamatan.
Riset terkait pengembangan sistem SPM ini dianggap mendesak karena bertujuan untuk mitigasi risiko kegagalan. Hafizh menekankan, “Kegagalan pada sistem SPM tidak hanya mengganggu operasional, tetapi juga dapat merusak ekosistem laut secara masif.” Oleh karena itu, riset ini menyediakan masukan teknis untuk meningkatkan aturan klasifikasi bagi fasilitas migas yang sudah ada agar tetap beroperasi dengan aman.
Implementasi sistem SPM diharapkan dapat menurunkan risiko kecelakaan kerugian yang dapat ditimbulkan dari proses operasional migas lepas pantai. Dengan demikian, diharapkan peningkatan kolektivitas usaha dalam pengelolaan dan pemeliharaan keamanan fasilitas dapat terwujud, memberikan dampak positif bagi industri dan lingkungan.