bajalinks.com – Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Buddi Wibowo, menekankan pentingnya keterbukaan data kepemilikan saham untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia. Dalam pernyataannya di Jakarta pada Senin, Buddi menegaskan bahwa integritas pasar sangat penting untuk menarik minat investasi. Keterbukaan informasi mengenai kepemilikan saham dianggap sebagai langkah dasar untuk memperkuat transparansi dan perlindungan bagi investor, sekaligus meningkatkan efektivitas pengawasan.
Buddi menjelaskan bahwa dengan akses terbuka terhadap data kepemilikan saham, pihak berwenang dan pelaku pasar dapat dengan mudah mengidentifikasi struktur kepemilikan dan mengawasi potensi manipulasi pasar. Ia menyatakan, apabila data tersebut dibuka, calon pelaku manipulasi akan menghadapi hambatan besar, karena identitas mereka akan jelas.
Lebih lanjut, Buddi menyoroti bahwa peningkatan transparansi perlu diimbangi dengan penerapan ketentuan mengenai saham yang beredar di publik dan pengawasan yang terus-menerus. Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan dua inisiatif baru untuk memperkuat integritas pasar, termasuk penambahan informasi status afiliasi dalam publikasi data pemegang saham, serta rencana pengeluaran saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan.
Buddi juga menekankan pentingnya demutualisasi BEI untuk memperkuat daya tarik pasar modal Indonesia. Demutualisasi akan memungkinkan perubahan dalam struktur kepemilikan BEI, yang sebelumnya terbatas hanya untuk anggota bursa. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan peraturan terkait yang mendasari pelaksanaan demutualisasi.
Dalam konteks global, MSCI sedang mengkaji kemungkinan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia, dan Buddi percaya bahwa keterbukaan informasi dapat membantu menjaga kredibilitas pasar di mata investor internasional.