bajalinks.com – Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mengalami kenaikan signifikan per 17 Mei 2026, dengan beberapa jenis BBM mencatatkan harga tertinggi mencapai Rp30.890 per liter. Kenaikan ini terjadi di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), termasuk Pertamina, BP-AKR, dan Vivo.
Kenaikan terbesar dicatatkan di SPBU BP-AKR, di mana harga BP Ultimate Diesel (CN 53) meloncat dari Rp25.560 per liter pada pertengahan April menjadi Rp30.890 per liter saat ini. Di SPBU Vivo, Diesel Primus (CN 51) saat ini juga dipasarkan dengan harga yang sama, naik drastis dari sebelumnya yang hanya Rp14.610 per liter.
Sementara itu, Pertamina melakukan penyesuaian harga pada beberapa produk nonsubsidi. Pertamax Turbo (RON 98) kini dipatok pada harga Rp19.900 per liter, naik dari Rp19.400 per liter sebelumnya. Produk Dexlite (CN 51) juga mengalami kenaikan, dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter.
Adapun produk BBM lainnya masih menunjukkan stabilitas harga tanpa adanya perubahan yang signifikan. Kenaikan harga ini tentunya akan mempengaruhi biaya operasional dan harga barang-barang di pasaran, seiring dengan ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar untuk kegiatan sehari-hari.
Penting bagi masyarakat untuk memantau perkembangan harga BBM sebagai bagian dari strategi pengeluaran bulanan mereka. Kenaikan harga ini juga menjadi titik perhatian bagi pemerintah dalam menjaga kestabilan ekonomi. Pengawasan terhadap fluktuasi harga BBM perlu dilakukan agar dapat memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat.