bajalinks.com – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menargetkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral mencapai Rp165 triliun pada tahun 2026. Target ini meningkat signifikan dari proyeksi sebelumnya yang sebesar Rp137 triliun. Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Bahlil menjelaskan bahwa pencapaian tersebut bisa dicapai melalui penguatan penerimaan, hilirisasi, dan optimalisasi sektor energi.
Hingga September 2026, PNBP sektor ESDM telah mencapai Rp127,71 triliun, atau sekitar 93,78 persen dari target APBN yang ditetapkan. Pada tahun lalu, PNBP Kementerian ESDM berhasil mencapai Rp138,4 triliun, melampaui target awal sebesar Rp127,49 triliun. Bahlil menekankan bahwa penerimaan negara tetap terjaga meskipun produksi batu bara di tahun 2026 direncanakan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai lebih dari 800 juta ton.
Di sektor hulu migas, lifting minyak pada 2025 mencapai sekitar 605,9 ribu barel per hari, yang merupakan pencapaian tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir. Tiga bulan menjelang akhir tahun anggaran, pemerintah juga telah menyelesaikan lima dari empat belas fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) dengan total investasi sebesar 7,8 miliar dolar AS.
Menanggapi target PNBP ini, Bahlil meminta seluruh jajaran di sektor ESDM agar bekerja dengan integritas dan berani mengambil keputusan. Ia menegaskan pentingnya mewujudkan setiap program menjadi hasil nyata dan tidak sekadar perencanaan. Secara keseluruhan, investasi di sektor ESDM pada 2025 tercatat mencapai 31,97 miliar dolar AS, yang dianggap sebagai fondasi untuk pencapaian lebih lanjut.