bajalinks.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar 0,84 persen, mencapai level 6.202 pada penutupan perdagangan sesi pertama di Bursa Efek Indonesia, Rabu (17/6/2026). Pada sesi pembukaan, IHSG sempat menunjukkan performa yang kuat di level 6.321 dan bahkan mencapai puncak tertingginya di 6.377. Namun, seiring berjalannya waktu, indeks mengalami penurunan dan mencapai level terendah pada angka 6.200.
Volume transaksi pada sesi ini mencapai 20,3 miliar lembar saham, dengan total nilai transaksi mencapai Rp16,2 triliun. Frekuensi perdagangan juga mencatatkan angka signifikan, yaitu 1,5 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar saat ini tercatat sekitar Rp10,7 triliun. Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 288 emiten mengalami penguatan, sementara 418 emiten mengalami penurunan, dan 253 saham lainnya stagnan.
Dalam daftar tiga besar saham penguat, Bank JTrust Indonesia (BCIC) menduduki puncak dengan lonjakan 35 persen. Diikuti oleh Mineral Sumberdaya Mandiri (AKSI) yang meningkat 34,01 persen, serta Sinergi Inti Plastindo (ESIP) yang menguat 27,3 persen. Sebaliknya, untuk tiga saham yang mengalami penurunan terbesar, Gihon Telekomunikasi Indonesia (GHON) memimpin dengan penurunan 14,81 persen, diikuti oleh Ciptadana Asset Management (XCLQ) yang turun 11,43 persen, dan Barito Renewables Energy (BREN) dengan penurunan 10,59 persen.
Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang penuh tantangan, dengan adanya pergeseran besar dalam nilai saham yang diperdagangkan.