bajalinks.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengungkapkan bahwa tekanan geopolitik global, terutama konflik di Asia Barat, mulai berdampak signifikan terhadap dunia usaha di Tanah Air. Menurut survei yang dilakukan oleh Kadin Indonesia Institute, sentimen industri pada awal tahun ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar bagi pelaku usaha berasal dari kebijakan pemerintah yang baru, mencapai 16,7 persen.
Angka ini mencerminkan bahwa para pengusaha merasakan efek langsung dari berbagai kebijakan pemerintah, seperti penertiban Nomor Induk Berusaha (NIB), pengetatan standar lingkungan, perubahan skema subsidi energi, serta norma-norma baru di sektor tertentu yang berpengaruh pada operasional bisnis.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa meskipun ada tantangan ini, pelaku usaha masih memerlukan dukungan dari pemerintah, baik dalam bentuk bantuan keuangan, perbaikan birokrasi, maupun kepastian hukum untuk kelancaran usaha. Ia menjelaskan adanya dua kategori perusahaan: yang siap menghadapi tantangan dan yang tidak. Perusahaan yang tidak siap cenderung lebih fokus pada efisiensi, sementara yang siap mencari kemudahan regulasi untuk mendorong investasi dan pengembangan usaha.
Hasil survei juga menunjukkan bahwa terdapat keyakinan di kalangan pelaku usaha bahwa kondisi bisnis akan membaik pada kuartal kedua tahun 2026. Keyakinan ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah pusat, dengan 39,5 persen pelaku usaha percaya bahwa konsistensi kebijakan, stabilitas harga energi, dan peningkatan belanja negara akan menjadi faktor penentu dalam menggerakkan perekonomian.