bajalinks.com – Penerimaan pajak pada semester I tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 45 persen dari total pagu yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, Bimo Wijayanto, dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu, 1 Juli 2026.
Bimo menjelaskan bahwa akumulasi setoran pajak yang diperoleh hingga akhir Juni masih belum dapat menyentuh separuh dari target tahunan. Meskipun demikian, dia menekankan bahwa tren pertumbuhan penerimaan pajak secara makro menunjukkan perkembangan yang positif jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
“Realisasi penerimaan pajak di bulan Juni berada pada kisaran 45 persen. Untuk angka finalnya, kami masih harus menunggu proses rekonsiliasi yang sedang berlangsung,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa laju pertumbuhan penerimaan pajak tahun ini diperkirakan lebih dari 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
DJP masih menahan diri untuk mengumumkan nilai nominal pasti dari penerimaan pajak, mengingat seluruh data dari unit vertikal di daerah belum selesai dalam finalisasi. Bimo menegaskan bahwa data keuangan negara yang akurat akan dipaparkan oleh Menteri Keuangan dalam agenda konferensi pers APBN Kita yang rutin diselenggarakan.
Informasi ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh pemerintah dalam mencapai target penerimaan pajak, meskipun terdapat indikasi pertumbuhan yang baik untuk tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya.