bajalinks.com – Kementerian Koperasi (Kemenkop) Republik Indonesia telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan China-Shanghai Cooperation Organization Economic and Trade Exchange Center (SCO-ETEC). Penandatanganan ini dilaksanakan di Jakarta dan berfokus pada penguatan ekosistem industri perikanan serta ekonomi rakyat berbasis koperasi.
Dalam MoU ini, terdapat enam elemen kerja sama yang akan diperkuat. Kontrak ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran koperasi dalam meningkatkan potensi ekonomi di sektor perikanan dan kemaritiman. Jenis kerja sama tersebut termasuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, pabrik es, cold storage, gudang ikan modern, dan galangan kapal yang dikelola koperasi. Selain itu, terdapat juga langkah pemberdayaan kelembagaan di sektor perikanan.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan di berbagai sektor ekonomi antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping tahun lalu. Fokus dari kerja sama ini adalah pengembangan sektor perikanan dan kemaritiman melalui koperasi.
Ferry juga menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber daya kelautan dan perikanan yang sangat besar, di mana dua pertiga dari wilayahnya merupakan lautan. Sektor perikanan memiliki peran penting dalam ketahanan pangan, perekonomian nasional, dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Namun, kendala yang dihadapi adalah tingginya tingkat kemiskinan di daerah pesisir.
Dengan penandatanganan ini, diharapkan potensi kapasitas perikanan dapat meningkat, serta mampu mengurangi atau bahkan menghilangkan kemiskinan di desa-desa pesisir, terutama bagi nelayan. Upaya ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.