bajalinks.com – Energi terbarukan menjadi fokus penting dalam usaha mengurangi ketergantungan pada LPG serta menurunkan emisi gas rumah kaca. Di Kabupaten Sukabumi, inisiatif pengembangan fasilitas biogas dan Solar Dryer House dilakukan sebagai langkah konkret untuk memanfaatkan limbah organik menjadi energi bersih dan menggunakan energi matahari dalam proses pengeringan hasil pertanian.
Inisiatif ini, yang dikembangkan oleh Rumah Energi dan PT Insight Investment Management, bertujuan untuk memperluas akses ke sumber energi yang ramah lingkungan di wilayah desa. Penggunaan teknologi ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi konsumsi energi fosil, tetapi juga untuk mendukung pengelolaan sampah secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Direktur Rumah Energi, Sumanda Tondang, menjelaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci keberlanjutan program tersebut. Menurutnya, fasilitas biogas dan Solar Dryer House bukan hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga merupakan alat pendidikan bagi masyarakat tentang pentingnya energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan ekonomi sirkular. “Melibatkan masyarakat dalam setiap tahap perencanaan dan pengelolaan akan meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan program,” ungkap Tondang.
Proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang luas, baik dari segi lingkungan maupun sosial ekonomi. Dengan semakin banyaknya penerapan energi terbarukan, diharapkan ketergantungan terhadap sumber energi yang tidak ramah lingkungan dapat berkurang, menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi generasi mendatang.