bajalinks.com – Inflasi Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen, menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Laporan ini menunjukkan bahwa inflasi month-to-month mengalami kenaikan dibandingkan dengan April yang hanya mencapai 0,13 persen. Sementara itu, tingkat inflasi year to date hingga Mei 2026 berada di angka 1,35 persen, dan inflasi tahunan mencapai 3,08 persen.
Pudji Ismartini, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, menjelaskan bahwa kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi didominasi oleh sektor transportasi. Dalam data yang dirilis, inflasi pada sektor ini mencapai 0,61 persen dengan kontribusi terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,07 persen. Kenaikan harga pada komoditas energi kendaraan dan tarif penerbangan menjadi faktor pendorong utama inflasi di sektor transportasi.
Di sisi lain, sektor makanan, minuman, dan tembakau justru menunjukkan dinamika yang berbeda. Beberapa komoditas seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih berkontribusi dalam menahan laju inflasi. Pudji menambahkan, selain berkontribusi pada inflasi, komoditas tersebut juga berperan mengurangi pembengkakan harga secara keseluruhan.
Kenaikan harga bahan bakar minyak dan tarif akomodasi udara turut memengaruhi inflasi, terutama harga BBM nonsubsidi dan avtur. Laporan ini menggambarkan bahwa pergerakan harga yang berlangsung memengaruhi pola inflasi di Tanah Air.
Dengan situasi ini, perhatian terhadap dinamika harga dan interaksi antar sektor menjadi penting untuk memantau perkembangan inflasi di masa mendatang. Pengendalian inflasi tetap menjadi tantangan bagi pemerintah dalam memastikan stabilitas ekonomi.